Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan kerja ke Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, pada Rabu, 22 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung fasilitas riset dan kebun percontohan ubi jalar serta menjajaki peluang kerja sama strategis. Agenda ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pengembangan ubi jalar nasional berbasis riset dan inovasi. Fokus utama diarahkan pada peningkatan produktivitas, kualitas ekspor, dan hilirisasi produk.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri didampingi oleh Rektor Unpad Prof. Arief Kartasasmita dan Direktur PRAISE, Prof. Dr. sc.agr. Ir. Agung Karuniawan, M.Sc.Agr, bersama tim peneliti. Diskusi yang berlangsung menyoroti potensi ubi jalar sebagai komoditas strategis nasional. Menteri menekankan bahwa program transmigrasi memiliki kekuatan pada ketersediaan lahan dan tenaga kerja. Namun, optimalisasi potensi tersebut memerlukan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi berbasis riset.
Menteri Iftitah menjelaskan bahwa kualitas ubi jalar Indonesia yang memenuhi standar ekspor masih terbatas. Saat ini, hanya sekitar 15 persen dari total produksi yang mampu menembus pasar internasional seperti Jepang dan Korea Selatan. Padahal, permintaan dari negara tersebut relatif tinggi dan terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan intervensi teknologi dan pengembangan varietas unggul untuk meningkatkan kualitas hingga mencapai standar global.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor industri menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing komoditas ini. Menteri menekankan pentingnya integrasi lima elemen utama, yaitu lahan, tenaga kerja, ilmu pengetahuan, investasi, dan off-taker. Pendekatan ini diyakini mampu mendorong peningkatan kualitas ekspor hingga 50 persen serta memperluas peluang hilirisasi produk. Selain itu, sebagian produksi dapat diarahkan menjadi produk turunan seperti tepung dan pangan olahan. Sinergi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani dan pelaku usaha.
Ubi Jalar sebagai Alternatif Pangan Strategis dan Substitusi Gandum
Rektor Unpad menyambut baik dukungan pemerintah terhadap pengembangan PRAISE sebagai pusat unggulan ubi jalar nasional. Ia menegaskan bahwa Unpad tengah mengembangkan pusat riset dan pembibitan ubi jalar yang berorientasi nasional. Kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi membuka peluang perluasan budidaya di kawasan transmigrasi. Dalam skema ini, Unpad berperan melalui riset dan pembinaan teknis, sementara pemerintah mendukung penyediaan lahan dan implementasi lapangan.
Direktur PRAISE, Prof. Agung Karuniawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan varietas unggul yang murni secara genetik dan bebas virus sejak 2006. PRAISE juga telah bermitra dengan petani di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Bibit yang dihasilkan terbukti memiliki produktivitas tinggi dan kualitas yang konsisten. Pendekatan ini memperkuat sistem produksi berbasis kemitraan dan transfer teknologi kepada petani.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri juga mencicipi berbagai olahan ubi jalar yang dikembangkan oleh PRAISE. Ia menilai bahwa ubi jalar memiliki cita rasa yang baik, kandungan gizi tinggi, serta potensi besar sebagai alternatif sumber karbohidrat. Menteri menyoroti peluang pengembangan tepung ubi jalar sebagai substitusi terigu untuk mengurangi ketergantungan impor gandum. Menurutnya, hilirisasi ubi jalar hingga menjadi bahan baku industri pangan akan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kunjungan ini menegaskan bahwa ubi jalar berpotensi menjadi komoditas unggulan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.








No responses yet