Jatinangor, 10 Agustus 2026 – Mahasiswa Fakultas Pertanian dan PRAISE Universitas Padjadjaran (Unpad) berpartisipasi sebagai pemateri pada The 6th On-line Workshop on Sustainable Development Goals (SDGs): Life Below Water and Life on Land yang diselenggarakan secara daring oleh Kwansei Gakuin University (KGU), Jepang, pada 4–5 Agustus 2026. Workshop internasional ini mempertemukan mahasiswa, dosen, dan peneliti dari Jepang, Malaysia, dan Indonesia untuk mendiskusikan berbagai inovasi yang mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 14 (Life Below Water), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 2 (Zero Hunger).
Kegiatan ini diselenggarakan secara bersama oleh Kwansei Gakuin University (Jepang), Universiti Teknologi MARA (Malaysia), serta sejumlah perguruan tinggi mitra di Indonesia, termasuk Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Mulawarman, dan Universitas Pancasakti Tegal. Workshop dilaksanakan melalui platform Zoom dengan format presentasi selama 20 menit yang dilanjutkan sesi diskusi selama 5 menit untuk setiap kelompok peserta.
Pada sesi pembukaan, Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) Unpad turut memberikan opening speech yang diwakili oleh Sekretaris PRAISE, Arif Affan Wicaksono, S.P., M.Agr. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun generasi muda yang mampu mengembangkan solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan keberlanjutan global, khususnya pada bidang biodiversitas, ketahanan pangan, dan pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.
Sesuai dengan agenda kegiatan, hari pertama workshop diawali dengan sambutan dari pimpinan fakultas penyelenggara, dilanjutkan penyampaian pedoman presentasi, kemudian presentasi dari berbagai universitas peserta yang membahas keanekaragaman hayati laut, konservasi ekosistem pesisir, hingga inovasi biodiversitas daratan. Kelompok Universitas Padjadjaran mendapat kesempatan mempresentasikan materi pada sesi siang dengan judul “Unlocking the Potential of Underutilized Crops: Biodiversity of Double Petal Butterfly Pea for Sustainable Development.” Hari kedua diisi dengan presentasi lanjutan dari berbagai universitas mitra mengenai konservasi hutan, mangrove, biomassa, mikroplastik, hingga pengembangan pangan berkelanjutan sebelum ditutup dengan sesi penutupan dan refleksi bersama.
Tim mahasiswa Fakultas Pertanian dan PRAISE Unpad yang menjadi presenter terdiri atas Kelana Muhammad Bahy, Adinda Khanza Azzahra, Ananda Winda Yulianti, dan Ahmad Fauzan. Mereka mengangkat potensi bunga telang bertumpuk (double petal butterfly pea) sebagai salah satu tanaman lokal yang masih kurang dimanfaatkan (underutilized crop), namun memiliki prospek besar sebagai sumber pewarna alami dan komoditas bernilai tambah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam presentasinya, tim mahasiswa menjelaskan bahwa bunga telang bertumpuk memiliki karakteristik yang menarik karena menghasilkan biomassa bunga yang lebih banyak dibandingkan tipe biasa, sehingga berpotensi menghasilkan bahan baku pewarna alami yang lebih tinggi. Potensi tersebut membuka peluang pengembangan pada industri pangan, minuman, kosmetik, maupun produk berbasis bahan alami yang semakin diminati masyarakat. Namun demikian, mereka juga menjelaskan adanya tantangan biologis berupa rendahnya fertilitas serbuk sari (pollen fertility) pada tipe bunga bertumpuk sehingga reproduksi alami dan pengembangan skala komersial masih memerlukan dukungan riset lebih lanjut.
Lebih lanjut, mahasiswa memaparkan bahwa pengembangan bunga telang bertumpuk memerlukan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan konservasi biodiversitas, pemuliaan tanaman, serta inovasi teknologi untuk menghasilkan varietas yang produktif dan berkelanjutan. Menurut mereka, pemanfaatan tanaman lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat menjadi salah satu strategi diversifikasi sumber daya hayati Indonesia sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui pengembangan produk alami yang ramah lingkungan.
Partisipasi mahasiswa Fakultas Pertanian dan PRAISE Unpad dalam forum internasional ini menunjukkan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendorong mahasiswa agar aktif berkontribusi pada jejaring akademik global sejak dini. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mempresentasikan hasil kajian ilmiah di forum internasional, tetapi juga memperluas wawasan mengenai isu-isu keberlanjutan dan membangun kolaborasi dengan peserta dari berbagai negara.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan komoditas pangan lokal yang berpotensi meningkatkan ketahanan pangan dan nilai tambah ekonomi, SDG 15 (Life on Land) melalui pemanfaatan dan konservasi keanekaragaman hayati tanaman, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa dalam forum akademik internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lintas negara untuk menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Faculty of Agriculture & PRAISE Unpad Students Showcase the Potential of Double Petal Butterfly Pea at an International SDGs Workshop Hosted by Kwansei Gakuin University
Jatinangor, 10 August 2026 — Students from the Faculty of Agriculture & PRAISE Universitas Padjadjaran (Unpad) participated as presenters in The 6th On-line Workshop on Sustainable Development Goals (SDGs): Life Below Water and Life on Land, hosted by Kwansei Gakuin University (KGU), Japan, on 4–5 August 2026. The international workshop brought together students, researchers, and academics from Japan, Malaysia, and Indonesia to exchange ideas and present research addressing global sustainability challenges, particularly SDG 14 (Life Below Water), SDG 15 (Life on Land), and SDG 2 (Zero Hunger).
The workshop was jointly organized by Kwansei Gakuin University (Japan), Universiti Teknologi MARA (Malaysia), and several partner universities in Indonesia, including Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Mulawarman, and Universitas Pancasakti Tegal. Conducted via Zoom, the program featured 20-minute presentations followed by five-minute discussion sessions, providing a platform for interdisciplinary academic exchange on sustainable development.
Representing Universitas Padjadjaran, the Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) delivered the University’s opening remarks through Arif Affan Wicaksono, S.P., M.Agr., Secretary of PRAISE. In his opening speech, he emphasized the importance of international academic collaboration in preparing future scientists capable of developing science-based solutions to global challenges related to biodiversity conservation, sustainable food systems, and environmental stewardship.
Following the official opening and workshop guidelines, participants from the collaborating universities delivered presentations covering a wide range of topics, including marine biodiversity, mangrove conservation, microplastic pollution, forest ecosystems, sustainable agriculture, and innovative food systems. The Universitas Padjadjaran team presented their study entitled “Unlocking the Potential of Underutilized Crops: Biodiversity of Double Petal Butterfly Pea for Sustainable Development.”
The Faculty of Agriculture team consisted of Kelana Muhammad Bahy, Adinda Khanza Azzahra, Ananda Winda Yulianti, and Ahmad Fauzan. Their presentation explored the potential of the double petal butterfly pea (Clitoria ternatea), an underutilized crop with promising applications as a natural colorant and value-added agricultural commodity for sustainable development.
During their presentation, the students explained that the double petal butterfly pea produces a greater volume of floral biomass than the conventional single-petal type, making it a promising source of natural pigments for the food, beverage, cosmetic, and other plant-based industries. They highlighted its potential to increase the economic value of local biodiversity while supporting the growing global demand for sustainable natural colorants. However, they also discussed one of the major biological challenges associated with this variant—its significantly lower pollen fertility—which limits natural reproduction and poses challenges for large-scale commercial cultivation.
The team further emphasized that realizing the full potential of double petal butterfly pea requires an integrated approach combining biodiversity conservation, plant breeding, and agricultural biotechnology. By improving propagation efficiency and developing superior planting materials, this underutilized crop could become an important component of Indonesia’s bioeconomy while contributing to sustainable food and agricultural innovation. Their presentation demonstrated how scientific research can unlock the value of indigenous plant resources and transform them into high-value products with environmental, economic, and social benefits.
Participation in this international forum reflects the Faculty of Agriculture & PRAISE Unpad’s commitment to providing students with opportunities to engage in global scientific discussions and strengthen their communication, research, and collaborative skills. The workshop also enabled students to exchange ideas with peers and researchers from different countries, broadening their perspectives on sustainable development and interdisciplinary research.
The workshop also reinforces Universitas Padjadjaran’s commitment to the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 2 (Zero Hunger) by promoting underutilized crops as alternative food and economic resources, SDG 15 (Life on Land) through the conservation and sustainable utilization of plant biodiversity, SDG 4 (Quality Education) by fostering experiential international learning opportunities for students, and SDG 17 (Partnerships for the Goals) through collaborative academic networks involving universities across Japan, Malaysia, and Indonesia. By encouraging students to present innovative research on biodiversity and sustainable agriculture, the workshop contributes to the development of future leaders capable of addressing global sustainability challenges through science, innovation, and international cooperation.








No responses yet