Latest Comments

No comments to show.

Jatinangor, 30 Juli 2026 – Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan edukatif dari SMP Sekolah Anak Indonesia (SAI) Bogor pada Kamis (30/7). Kunjungan ini merupakan salah satu agenda study tour yang bertujuan untuk memperdalam wawasan siswa mengenai komoditas ubi jalar, mulai dari aspek budidaya hingga pengembangan produk hilir berbasis inovasi.

Sekolah Anak Indonesia (SAI) merupakan satuan pendidikan yang menyelenggarakan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan pendekatan pendidikan berbasis aset (asset-based education). Melalui kurikulum mandiri PALM (Pengkajian Aset Lokal dan Modernisasi) dan pendekatan STES (Science, Technology, Entrepreneurship, and Social), SAI mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan pengalaman nyata di lapangan. Pendekatan tersebut dirancang untuk membentuk peserta didik yang mampu berpikir kritis, berinovasi, berkolaborasi, serta mengembangkan solusi terhadap berbagai tantangan di lingkungan sekitarnya.

Rombongan yang berjumlah 80 orang terdiri atas siswa-siswi kelas VII dan IX beserta para guru pendamping, dipimpin langsung oleh Kepala SMP Sekolah Anak Indonesia, Asep Adianto, S.Pi., M.Si. Mayoritas peserta didik berasal dari Papua, sehingga kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal lebih dekat salah satu komoditas pangan lokal yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan budaya masyarakat Indonesia.

Rombongan diterima oleh Sekretaris PRAISE Universitas Padjadjaran, Arif Affan Wicaksono, S.P., M.Agr., beserta tim asisten PRAISE. Dalam sambutannya, Arif memperkenalkan sejarah berdirinya PRAISE sebagai pusat riset unggulan Universitas Padjadjaran yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi berbasis ubi jalar. Ia juga menjelaskan peran PRAISE dalam mengintegrasikan riset dari hulu hingga hilir, mulai dari eksplorasi plasma nutfah, pemuliaan tanaman, teknologi budidaya, pascapanen, hingga pengembangan produk bernilai tambah.

Kepala SMP Sekolah Anak Indonesia, Asep Adianto, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pendalaman materi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang akan dilaksanakan oleh para siswa. Seluruh peserta nantinya akan mengembangkan proyek dengan tema utama ubi jalar, mulai dari aspek budidaya, teknologi produksi, pengembangan produk olahan, hingga strategi pemasaran melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, pengalaman belajar langsung di PRAISE diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai sistem agribisnis ubi jalar dari hulu hingga hilir.

Selama sesi materi, para siswa diperkenalkan dengan berbagai capaian riset PRAISE, termasuk pengembangan varietas unggul baru, prototipe produk olahan, serta berbagai teknologi budidaya yang telah dihasilkan. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya ubi jalar sebagai pedoman dalam menyusun dan melaksanakan proyek yang akan mereka kerjakan di sekolah.

Tidak hanya memperoleh materi di dalam kelas, para siswa juga diajak mengikuti praktik langsung di lapangan. Mereka diperkenalkan dengan teknik persilangan tanaman, pemilihan dan pengambilan setek sebagai bahan tanam, serta praktik penanaman ubi jalar di lahan percobaan PRAISE. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman nyata mengenai tahapan awal pengembangan varietas hingga teknik budidaya yang baik, sehingga siswa dapat memahami bahwa inovasi pertanian dimulai dari proses ilmiah yang sistematis.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak siswa aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai potensi pengembangan ubi jalar di masa depan, baik sebagai sumber pangan maupun sebagai komoditas industri. Para guru pendamping juga mengapresiasi pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan teori dan praktik secara langsung. Bahkan, beberapa siswa mengungkapkan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran setelah mengenal lebih dekat lingkungan akademik dan kegiatan riset yang dilakukan di PRAISE.

Melalui kegiatan ini, PRAISE Universitas Padjadjaran berharap dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap potensi strategis ubi jalar. Selama ini ubi jalar masih sering dipandang sebagai pangan tradisional dengan nilai ekonomi yang rendah. Padahal, ubi jalar merupakan superfood yang kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin, mineral, serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan dukungan riset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, komoditas ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen PRAISE Universitas Padjadjaran dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui edukasi dan pengembangan komoditas pangan lokal yang berkelanjutan, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik nyata, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengenalan inovasi dan teknologi pertanian kepada generasi muda, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, PRAISE berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan berkontribusi dalam pengembangan komoditas pangan lokal sebagai bagian dari masa depan pertanian Indonesia.

PRAISE Unpad Introduces Sweet Potato Innovation from Farm to Market to Students of Sekolah Anak Indonesia Bogor

Jatinangor, 30 July 2026 — The Padjadjaran Center for Sweet Potato Research and Innovation Excellence (PRAISE), Universitas Padjadjaran, welcomed a study visit from Sekolah Anak Indonesia (SAI) Junior High School, Bogor, on Thursday (30/7). The visit was part of the school’s educational tour program, designed to provide students with a comprehensive understanding of sweet potato, covering its cultivation, production technologies, value-added products, and commercialization.

Sekolah Anak Indonesia (SAI) is an educational institution offering elementary, junior high, and senior high school programs through an asset-based education approach that integrates classroom learning with real-life experiences. SAI has developed its own independent curriculum, PALM (Local Asset Assessment and Modernization), which encourages students to identify, manage, and develop the human, cultural, and natural assets surrounding them within both local and global contexts. Through its STES (Science, Technology, Entrepreneurship, and Social) learning approach, SAI aims to cultivate life practitioners—students who think critically, innovate creatively, collaborate effectively, make informed decisions, and take responsibility for the impact of their actions.

The delegation consisted of 80 participants, including seventh- and ninth-grade students and their accompanying teachers, led by Asep Adianto, S.Pi., M.Si., Principal of Sekolah Anak Indonesia Junior High School. Most of the students came from Papua, making the visit particularly meaningful as an opportunity to explore one of Indonesia’s important local food crops, which plays a significant role in food security and community livelihoods across eastern Indonesia.

The delegation was welcomed by Arif Affan Wicaksono, S.P., M.Agr., Secretary of PRAISE, together with the PRAISE assistant team. During the opening session, Arif introduced the history of PRAISE, its vision and mission, as well as its role as Universitas Padjadjaran’s center of excellence for sweet potato research and innovation. He also highlighted PRAISE’s integrated research activities spanning the entire value chain—from germplasm conservation, plant breeding, and cultivation technology to postharvest innovation, product development, and commercialization.

According to Principal Asep Adianto, the visit forms part of the school’s project-based learning program. Following the visit, students will undertake projects centered on sweet potato, covering various aspects including cultivation practices, production technology, processed food development, entrepreneurship, and digital marketing through information technology. The experience at PRAISE was therefore intended to provide students with practical knowledge and inspiration to support the successful implementation of their projects.

During the classroom session, students were introduced to PRAISE’s research achievements, including the development of new superior sweet potato varieties, innovative processed food prototypes, and improved cultivation technologies. They also received an introduction to Good Agricultural Practices (GAP) for sweet potato cultivation, providing a scientific framework that will guide them in designing and implementing their school projects.

Beyond classroom presentations, the students participated in a series of hands-on activities at PRAISE’s experimental fields. They observed and practiced essential plant breeding and cultivation techniques, including controlled pollination (cross-breeding), vine cutting selection and preparation for planting materials, and sweet potato planting techniques. These practical sessions allowed students to experience firsthand how scientific research contributes to the development of improved crop varieties and sustainable agricultural production.

The students showed great enthusiasm throughout the program, actively engaging in discussions and asking questions about the future potential of sweet potato as both a nutritious food crop and a high-value industrial commodity. Teachers also appreciated the experiential learning approach that combined scientific knowledge with practical application. Remarkably, several students expressed their aspiration to pursue higher education at Universitas Padjadjaran after being introduced to the University’s research environment and innovation ecosystem.

Through this educational visit, PRAISE seeks to strengthen public awareness—particularly among younger generations—that sweet potato is far more than a traditional staple food. As a superfood, sweet potato is rich in complex carbohydrates, dietary fiber, vitamins, minerals, and bioactive compounds that offer significant health benefits. Supported by research, technological innovation, and value-added processing, sweet potato possesses tremendous potential to become a competitive commodity capable of generating substantial economic value while contributing to food diversification and sustainable agricultural development.

The visit also reflects Universitas Padjadjaran’s commitment to advancing the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), particularly SDG 2 (Zero Hunger) through the promotion of sustainable local food crops and food security, SDG 4 (Quality Education) by providing experiential learning opportunities that connect scientific knowledge with real-world applications, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) through the introduction of agricultural research and technological innovation to future generations, and SDG 17 (Partnerships for the Goals) by strengthening collaboration between higher education institutions and schools to foster an inclusive and sustainable learning ecosystem. Through initiatives such as this, PRAISE hopes to inspire more young people to appreciate, innovate, and contribute to the development of Indonesia’s local food commodities as strategic resources for the nation’s sustainable future.

CATEGORIES:

News

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *